Makanan khas Bhutan yang terkenal, seperti Ema Datshi dan Momo, adalah hidangan wajib dicoba yang memadukan rasa autentik dengan kekayaan budaya negara ini.
Bukan hanya menawarkan tempat wisata yang menarik, Bhutan juga bisa menjadi destinasi wisata kulineran yang akan membuat lidah anda termanjakan.
Untuk sajian kulinernya sendiri memiliki rasa yang kaya karena menggunakan rempah rempah melimpah. Makanan khas Bhutan yang terkenal dan wajib dicoba juga menggunakan sayuran organik.
Negara di Asia Tenggara ini memang tidak hanya terkenal dengan tradisi unik dan pemandangan alamnya. Untuk kulinernya sendiri mendapatkan pengaruh dari negara tetangga seperti Tibet, Nepal dan India.
Anda bisa mencicipi beberapa kuliner dari negara yang bebas polusi ini dengan menyimak beberapa daftar makanan khasnya berikut.
1. Hoentay atau Pangsit Khas Bhutan

Anda bisa memulai perjalanan kuliner Bhutan dengan mencicipi Hoentay. Hoentay juga dikenal dengan pangsit dengan isian daging ayam juga daging sapi. Ditambahkan juga dengan irisan lobak, kedelai ataupun keju.
Sebenarnya isian dari pangsit nikmat ini beragam, ada yang menggunakan isian bayam, ada juga yang menggunakan daun lobak.
Manapun yang digunakan sebagai isian rasanya tidak akan membuat anda kecewa. Kulitnya dibuat dari adonan buckwheat sehingga rasanya menjadi lebih gurih.
Untuk memasaknya akan dikukus ataupun digoreng dan tidak akan mengubah rasanya. Kuliner khas Bhutan yang terkenal dan wajib dicoba ini juga cocok untuk anda yang sedang diet.
Sebanyak apapun menikmatinya, tidak akan membuat anda merasa bersal. Rasa Hoentay akan semakin nikmat jika disajikan dengan saus sambal khas Bhutan.
Resep sausnya akan berbeda serta tergantung dengan daerah masing masing. Jika anda sedang berada di Bhutan, pastikan untuk tidak melewatkan Hoentay yang juga mudah untuk ditemukan.
2. Ema Datshi

Selanjutnya anda juga bisa mencoba nikmatnya kuliner Ema Datshi. Dalam bahasa Bhutan sendiri dikenal dengan Dzongkha dan Datshi sendiri memiliki arti keju.
Keju memang menjadi bahan yang paling banyak digunakan pada kuliner Bhutan. Dan yang paling populer adalah Ema Datshi, tampilannya seperti stew yang merupakan campuran cabai dan keju.
Bagi sebagian orang, Makanan khas yang terkenal ini terlalu pedas. Saking populernya, hampir setiap membahas Ema Datshi tidak akan dilewatkan. Soal rasanya tentu akan sangat unik dan membuat siapapun penasaran. Membuatnya cabai akan dibelah terlebih dahulu untuk membuang tulang rusuk dan biji,
Setelah itu akan ditambahkan dengan bawang putih, keju, sedikit minyak dan air. Keju yang digunakan yakni jenis farmer cheese khusus.
Dimana keju ini jarang ditemukan di berbagai negara di luar Bhutan dan keju yang tidak larut dalam air. Beberapa juga akan menambahkan tomat juga bawang untuk menambahkan cita rasanya agar lebih kaya.
Menikmati Ema Datshi bisa dengan nasi, tentu akan menjadi perpaduan yang begitu unik. Rasanya yang creamy, pedas juga kaya keju tetapi disandingkan dengan nasi.
Ema Datshi juga seperti Hoentay yang setiap daerah akan memiliki resep sendiri. Yang membedakannya adalah bahan yang digunakan dan cara memasak dari makanan unik ini.
3. Puta

Puta biasanya akan dihadirkan di acara acara khusus dan merupakan mie khas Bhuta dari soba. Sekilas tampilannya memang mirip dengan mie soba yang berasal dari Jepang.
Untuk memasaknya bisa dengan cara direbus bisa juga dengan cara digoreng. Membuatnya tentu saja mienya harus direbus terlebih dahulu, kemudian ditumis dengan beberapa bumbu.
Bumbunya biasanya akan terdiri dari bawang putih, bawang merah, cabai juga bumbu lainnya. Saus cabainya akan menggunakan cabai merah kering juga daun bawang, barulah kemudian digoreng dengan minyak.
Tidak jarang sekilas disamakan dengan cacing, hal ini karena warnanya yang kehitaman. Untuk rasanya anda tidak akan membuat anda kecewa.
Apalagi makanan ini juga memiliki makna budaya yang tinggi terutama di bagian Bhutan Tengah. Karena disana akan menyiapkan hidangan khas ini saat hari sembilan kejahatan. Dimana hari tersebut dipercayai sebagai roh jahat tidak akan mengganggu orang yang menikmati cacing atau Puta ini.
4. Ezay

Selanjutnya anda harus mencicipi nikmatnya Ezay yang merupakan hidangan disajikan dalam acara apapun dan setiap waktu. Anda bisa menikmatinya dengan mie, momo, nasi ataupun lainnya.
Karena memang Ezay adalah saus cabai khas Bhutan yang juga menjadi pokok dari semua makanan. Inilah mengapa Ezay mendapatkan tempat tersendiri di hati setiap masyarakat.
Menariknya Ezay tidak pernah memiliki rasa sama, karena setiap orang memiliki kebebasan untuk meraciknya. Namun soalnya rasanya sangat pedas tetapi membuat siapapun ketagihan. Secara umum, caranya dengan menghaluskan cabai merah kering dan ditambahkan bawang putih atau bombay.
Kemudian akan ditambahkan dengan lada Sichuan juga dengan taburan keju. Untuk taburan kejunya tergantung dari selera masing masing. Makanan khas Bhutan ini juga bisa digoreng terlebih dahulu sebelum dihaluskan. Cabai panggang atau yang digoreng akan memberikan rasa yang berbeda dan lebih nikmat.
5. Kewa Datshi

Hidangan tradisional khas Bhutan juga tidak kalah nikmat untuk anda coba. Walaupun makanan satu ini termasuk makanan yang mudah disiapkan, tetapi mengandung gizi yang tinggi. Bagaimana tidak, anda akan menemukan kentang rebus dengan tambahan keju, cabai juga bawang. Menikmatinya bisa dengan nasi ataupun roti pipih.
Rasanya bisa pedas, bisa juga tidak pedas tergantung dari jumlah cabai yang digunakan. Namun jika dibandingkan dengan Ema Datsi, rasanya masakan populer ini tidak terlalu pedas.
Kewa Datshi termasuk makanan baru yang belakangan ini semakin kondang. Penggemarnya juga dari berbagai kalangan, mulai anak anak sampai wisatawan dari berbagai negara.
6. Momo

Jika anda penggemar street food, maka anda tidak boleh melewatkan makanan unik satu ini. Kuliner satu ini terbilang kondang, mulai dari India hingga Nepal banyak ditemukan. Momo mirip dengan Hoentay dengan isian yang juge beragam. Ada yang menggunakan daging cincang, keju sampai dengan sayuran.
Momo bisa digoreng juga bisa dikukus, tetapi jika digoreng juga akan dikukus lebih dahulu. Paling nikmat disantap saat dalam kondisi masih hangat.
Kemudian dicocolkan dengan Ezay, perpaduannya akan membuat siapapun ingin mencobanya kembali. Selama di Bhutan anda tidak akan kesulitan menemukan pangsit dengan bentuk bulatan ini.
7. Thukpa

Bagi anda yang suka dengan olahan mie, maka anda tidak boleh melewatkan Thukpa. Thukpa tidak hanya nikmat, tetapi juga termasuk makanan khas Bhutan yang wajib Anda coba.
Rasanya dan aromanya comforting dan bisa dinikmati kapanpun serta dimanapun. Rasa yang dihadirkan adalah rasa lokal yang sehat dari jajanan kaki lima Bhutan.
Untuk membuatnya dibutuhkan bahan berupa mie, bawang merah cincang, bawang putih juga cabai hijau. Menariknya anda bisa menemukan thukpa non vegetarian dan vegetarian.
Thukpa non vegetarian akan ditambahkan dengan daging merah atau telur rebus. Sementara untuk vegetarian tidak akan menambahkan produk susu.
8. Jasha Maroo

Selanjutnya merupakan olahan ayam yang juga menarik untuk anda cicipi. Daging ayam akan dipotong dadu terlebih dahulu, kemudian dimasak pedas.
Bumbu yang dihadirkan lebih kaya dengan tambahan bawang putih, bawang bombay, cabai, tomat, jahe juga daun ketumbar. Cara penyajiannya masih berkuah layaknya penyajian kare.
9. Gondo Datshi

Secara sederhana makanan ini merupakan orak arik telur khas Bhutan. Walaupun terdengar biasa, tetapi orak arik telur ini sangat berbeda. Seperti namanya, maka anda akan menemukan cita rasa keju juga mentega yang begitu kuat. Rasanya tentu lebih gurih dan juga creamy dengan kuah yang nikmat.
Untuk menambah cita rasa biasanya akan ditambahkan dengan cabai. Gondo Datshi paling pas dinikmati dalam kondisi yang masih hangat. Ada juga yang menyajikannya tanpa kuah, dan orak arik goreng akan pas dinikmati dengan saus cabai. Anda juga bisa menikmatinya dengan nasi merah yang merupakan khas Himalaya.
10. Lom

Bhutan memiliki musim yang begitu dingin keras, membuat sayuran terbilang langka di negara ini. Inilah mengapa akhirnya masyarakat membuat Lom atau daun lobak.
Jenis sayuran yang diawetkan juga dikeringkan agar bisa dinikmati sepanjang tahun. Makanan khas Bhutan ini bisa ditumis tanpa harus ada campuran bahan lain.
Bisa juga dengan menambahkan sikam agar rasanya menjadi lebih nikmat. Untuk lobaknya sendiri justru juga diberikan pada ternak.
Ketika anda singgah di daerah Lembah Phobikka, anda akan menemukan daun lobak yang digantung di atas kayu perapian. Dibiarkan hingga mengering agar bisa dinikmati saat musim dingin datang.
Dari semua kuliner yang disebutkan mungkin akan membuat anda penasaran. Apalagi Bhutan juga menggunakan rempah yang pastinya berbeda dengan negara lainnya.
Selain itu banyak juga makanan yang menggunakan keju sebagai campurannya. Jika anda sedang berlibur ke Bhutan, tidak ada salahnya untuk mencicipi setiap menu yang ada.